Apel Kesiapsiagaan Penanganan Sampah Jelang Musim Penghujan

Apel Kesiapsiagaan Penanganan Sampah Jelang Musim Penghujan

Apel Kesiapsiagaan Penanganan Sampah Jelang Musim Penghujan

Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta menggelar apel kesiapsiagaan penanganan sampah di musim penghujan. Sekitar 500 petugas Unit Pengelola Kebersihan (UPK) Badan Air mengikuti apel ini, Jumat (6/9).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Andono Warih mengatakan, walaupun diperkirakan Ibukota akan memasuki musim hujan pada Oktober, namun pihaknya tetap memastikan kesiapsiagaan personel yang bertugas menjaga kebersihan badan air.

“Kita memeriksa kesiapan personel, alat pelindung diri, dan armada,” katanya.

Andono juga menginstruksikan kepada UPK Badan Air untuk mengantisipasi agar tidak ada sampah yang menyumbat kali, saluran penghubung, dan pintu-pintu air sebelum memasuki musim penghujan.

Sementara itu, Plt. Wakil Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Yusiono A. Supalal mengatakan, di setiap lokasi rawan tumpukan sampah kiriman ditempatkan petugas untuk memantau perkembangan situasi.

Yusiono menyebutkan, seperti di Pintu Air Manggarai, Jembatan Kampung Melayu, Jembatan Season City dan titik-titik lain yang rawan tumpukan sampah kiriman, petugas disiagakan memantau 24 jam.

“Ketika terjadi tumpukan sampah, selain petugas eksisting di ruas tersebut, maka personel dan armada tambahan akan segera bergerak ke lokasi itu. Kita siaga 24 jam,” tegasnya.

4.000 Personel

Kepala UPK Badan Air, Yayat Supriatna mengungkapkan, unitnya menyiagakan 4.000 personel yang terlibat dalam satgas penanganan sampah di musim penghujan. “Apel ini dikuti 500 petugas yang mewakili setiap wilayah,” katanya.

Sementara itu, sarana yang disiagakan terdiri dari 44 pickup angkut sampah, 50 truk sampah, 5 excavator jenis spider, 6 excavator long arm, 20 excavator jenis biasa serta 1 excavator liebher yang didampingi oleh 23 orang petugas mobilisasi dan 12 orang petugas mekanik.

Adapun lokasi yang membawa timbulan sampah cukup banyak ketika memasuki musim penghujan, terutama di Kali Ciliwung, yaitu diawali dari ruas Kali Ciliwung Jagakarsa menuju Kali Ciliwung jembatan TB Simatupang, Kali Ciliwung Kalibata, Kali Ciliwung Kampung Pulo, Kali Ciliwung Manggarai, Kali Ciliwung BKB Petamburan, Kali Ciliwung Season City, dan terakhir Kali Ciliwung BKB Kalijodo menuju muara. Selain itu, untuk titik lain selain dari aliran Kali Ciliwung, yaitu Kali Pesanggarahan, Kali Baru Barat dan Kali Baru Timur.

Share this post