DLH Kerahkan 3.150 Personel Pastikan Kebersihan Perayaan Natal

DLH Kerahkan 3.150 Personel Pastikan Kebersihan Perayaan Natal

JAKARTA – Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta menjamin tidak terjadi penumpukan sampah selama perayaan natal di Ibukota. Sebanyak 3.150 petugas diturunkan untuk menjaga kebersihan Jakarta saat natal.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Andono Warih mengatakan, kegiatan penanganan kebersihan selama natal tetap berlangsung seperti biasa. Alasannya, meski hari libur, pasukan oranye DLH tetap bekerja seperti biasa. Untuk mengantisipasi membeludaknya sampah pada momen tersebut, pihaknya juga telah mempersiapkan rencana operasi, satuan tugas, sarana dan armada penanganan sampah.

“Seluruh Suku Dinas tingkat Kota Administrasi dan Satuan Pelaksana Lingkungan Hidup di tiap Kecamatan telah diinstruksikan untuk mengantisipasi kebersihan lingkungan gereja di wilayah tugasnya masing-masing,” kata Andono.

Dinas Lingkungan Hidup, ungkap Andono, menurunkan minimal 75 personel penanganan kebersihan di setiap kecamatan. Mereka ditugaskan memastikan natal dan rangkaian perayaannya berlangsung dengan baik.

Selain itu, Dinas Lingkungan Hidup juga menyiapkan kendaraan angkut sampah, road sweeper atau mobil penyapu jalan otomatis, toilet mobile, tempat sampah beroda, dan menyiagakan TPST Bantargebang beroperasi 24 jam untuk melakukan pelayanan di malam natal. DLH juga mengerahkan regu comot di lingkungan gereja bekerja sama dengan Petugas Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan terkait.

Andono melanjutkan, terutama untuk gereja-gereja besar yang jemaatnya ramai, petugas dan armada penanganan kebersihan ditugaskan lebih optimal. Misalnya di Gereja Katedral dan Emanuel Jakarta Pusat, Gereja Ayam di Jakarta Barat, Gereja Advent dan HKBP Pasar Minggu Jakarta Selatan, Gereja Theresia Jakarta Timur, dan Gereja Tiberias Indonesia Kelapa Gading Jakarta Utara.

Antisipasi Kebersihan Tempat Wisata

Selama libur Natal, kata Andono, pihaknya juga mengantisipasi penanganan kebersihan di tempat-tempat wisata Ibukota. Seperti di Kawasan Monas, Taman Margasatwa Ragunan, Kawasan Ancol, Kawasan Kota Tua, dan Taman Mini Indonesia Indah.

“Walaupun tempat-tempat wisata tersebut ada pengelolanya, penanganan kebersihannya kita backup untuk menjamin kualitas layanan yang dirasakan warga,” katanya.

Di beberapa tempat wisata dan pusat keramaian utama di Ibukota disiapkan bus toilet, mobil sapu jalan otomatis, menempatan dust bin, serta petugas gerobak motor yang setiap 2 jam sekali melakukan penyisiran sampah.

Share this post