Maggot, Strategi Pengurangan Sampah di DKI Jakarta

Maggot, Strategi Pengurangan Sampah di DKI Jakarta
Selasa, 25 Agustus 2020 – Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta megumpulkan Para Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) Lingkungan Hidup Kecamatan di aula Dinas Lingkungan Hidup. Agenda kali ini adalah pengarahan mengenai Biokonversi Black Soldier Fly (BSF)/ Maggot sebagai strategi pengurangan sampah di DKI Jakarta.
Arahan ini dimulai pukul 09.00 WIB dan akan berlangsung selama 3 hari bergilir kepada para Kasatpel dan menerapkan protokol kesehatan Covid-19.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Andono Warih mengungkapkan kapasitas TPST Bantargebang kondisinya sudah hampir penuh karena sudah lebih dari 30 tahun beroperasi. “Secara faktual TPST Bantargerbang akan penuh dan Dinas LH diminta untuk mewujudkan pengurangan jumlah sampah tersebut,” katanya.
Dinas Lingkungan Hidup sudah memulai mengimplementasikan pengurangan sampah organik dengan teknik Biokonversi Black Soldier Fly (BSF) atau Maggot.
“Jumlah sampah rumah tangga mencapai 60% dan 53% diantaranya adalah sampah organik. Selain itu, sumber sampah dari pasar 7,68% dengan komposisi sampah organik 80%, maka Biokonversi Black Soldier Fly (BSF) sangat bagus untuk di terapkan di DKI Jakarta,” katanya.
Di Dinas sudah menerapkan budidaya Maggot. Yang terbaiknya sekarang adalah bisa menghabiskan 250 kg sampah organik per hari. “Bayangkan kalau punya ribuan titik. Akan ada berapa potensi sampah yang dapat dikurangi?” ungkap Andono
Praktiknya BSF dijadikan sebagai penelitian di luar negeri, salah satunya di Singapura melakukan pengembangan Maggot secara serius untuk mereduksi sampah makanan (penelitian di Nation University of Singapore Lab) dan Penelitian di Universitas Wageningen Belanda meneliti pengembangan produksi minyak goreng dari Maggot.
Harapannya dengan adanya biokonversi Black Soldier Fly (BSF)/ Maggot, sampah yang masuk ke TPST Bantargebang dapat berkurang dan bisa menyelesaikan masalah sampah organik.

 

Share this post