Pencemaran logam berat dan hubungannya dengan kerang hijau yang dibudidayakan di perairan Muara Kamal, Teluk Jakarta

Pencemaran logam berat dan hubungannya dengan kerang hijau yang dibudidayakan di perairan Muara Kamal, Teluk Jakarta

Kerang hijau menjadi salah satu menu yang ditampilkan sebagai hidangan yang lezat dan bahkan menjadi makanan favorit bagi sebagian orang. Kerang hijau sangat mudah untuk mendapatkannya dan bahkan menjadi dagangan yang dijajakan oleh pedagang makanan keliling.

Namun demikian, harus dipastikan bahwa kerang hijau dimaksud tidak berbahaya atau tidak tercemar, mengingat hal tersebut akan mempengaruhi kesehatan manusia jika mengkonsumsinya. Sebagaimana peneilitian Ibu Etty Riani Peneliti di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPBa banyak melakukan peneilitian dan menyampaikan pendapatnya terkait dengan kerang teluk Jakarta yang tercemar yang disampaikan di beberapa media masa, antara lain :

“Kerang hijau mampu menyerap logam berat dalam jumlah yang sangat tinggi. Kalau dia sudah terakumulasi (di tubuh kerang hijau), logam berat tidak akan bisa lepas. Karena ikatan logam berat ini, pada gugus asam amino yang ikatannya kovalen, yang sifatnya irreversible (tidak dapat diubah). Tidak mampu lepas. Sehingga sangat sulit dilepaskan.” : Etty Riani, http://www.bbc.com/indonesia/majalah-40679343

Disisi lain, kerang hijau memiliki kemampuan yang tinggi untuk mengakumulasi logam berat, saat air limbah yang mengandung logam berat melewati jaring budidaya kerang hijau, logam-logam berat itu akan diserap oleh kerang-kerang hijau tersebut.  Kerang hijau tadinya mau mengambil nutrien-nutrien yang dibutuhkan, tapi yang ada di air nggak cuma nutrien, tapi ada juga polutan,”. Jaring kerang-kerang tersebut justru bisa dimanfaatkan sebagai filter pembersih yang mengurangi tingkat ketercemaran Teluk Jakarta dari logam berat macam timbal (Pb), kadmium (Cd), dan merkuri (Hg). Timbal, kadmium, dan merkuri merupakan logam berat yang memiliki toksisitas tinggi.

Potensi pencemaran di Teluk Jakarta bersumber dari 13 sungai yang bermuara di Teluk Jakarta dan juga aktifitas di sekitar Teluk itu sendiri. Walaupun kualitas sungai-sungai di Jakarta sudah bersih dari sampah, untuk kualitas air sungai masih sebagian besar kategori Tercemar Berat dan sebagian Tercemar Sedang.

Bahaya mengkonsumsi kerang hijau dari Teluk Jakarta tidak hanya akibat dari kerang yang tercemar logam berat, tetapi juga potensi penambahan zat pewarna oleh petani untuk memberikan daya tarik bagi pembeli kerang mereka.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, perlu dilakukan beberapa hal antara lain :

  • Perlu terus ditingkatkan pengawasan kegiatan usaha/industri terutama yang berpotensi menimbulkan pencemaran air limbah yang mengandung pencemaran berupa logam berat
  • Perlu dilakukan pengawasan kegiatan/aktifitas kegiatan usaha sepanjang Teluk Jakarta diantaranya : industri, pelabuhan, docking kapal, blotong/pemotongan kapal, dll termasuk aktifitas pelayaran/kapal-kapal sehingga memastikan mereka tidak melakukan pembuangan limbah yang tidak sesuai ketentuan
  • Perlu kajian lebih lanjut untuk pemanfaatan kerang hijau sebagai alternatif mereduksi pencemaran di Teluk Jakarta dengan catatan kerang hijau dimaksud tidak untuk dikonsumsi
  • Perlu dilakukan sosialisasi atau himbauan kepada masyarakat khususnya petani kerang hijau untuk tidak menambah zat pewarna dan lebih menjaga kualitas kerang hijau yang akan dijual agar tetap sehat untuk dikonsumsi.

Dermawan Sembiring
Fungsional Pengendali Dampak Lingkungan
Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta

Share this post