Perjuangan Rani, Kartini Tangguh Operator Ekskavator Kebersihan Sungai Jakarta

Perjuangan Rani, Kartini Tangguh Operator Ekskavator Kebersihan Sungai Jakarta

Rani Rika Puspita, yang biasa dipanggil Rani, tetap bekerja penuh semangat membersihkan sampah sungai Jakarta di tengah pandemi COVID-19 untuk membuat Jakarta selalu bersih dan indah. Tapi, pekerjaannya tak biasa karena Rani bekerja sebagai operator alat berat ekskavator di Unit Pengelola Kebersihan (UPK) Badan Air Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta.

Ia sudah bekerja membersihkan sungai Jakarta sejak 3 tahun lalu. Namun baru tahun lalu, Ia memutuskan untuk mengambil pekerjaan sebagai operator alat berat. Keputusan tak biasa ini didukung oleh keluarganya yang bangga dan percaya terhadap kemampuan Rani mengerjakannya. Menjadi seorang ibu dari satu orang anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar tidak membuatnya patah semangat untuk mendapatkan apa yang ingin dicapai.

Menjadi operator alat berat adalah keinginannya yang Ia capai dengan penuh perjuangan. Tidak mudah bagi Rani untuk mendapatkan posisi sebagai operator alat berat. Banyak proses yang sudah dilalui. Dari sekedar melihat cara kerja alat berat, ikut membersihkannya, sampai mengikuti sekolah untuk mendapatkan Surat Izin Operator (SIO). Setelah memiliki izin sebagai operator alat berat dan lulus seleksi sebagai operator, Ia ditugaskan untuk menjaga Jakarta dari penumpukan sampah di sungai.

Awalnya banyak yang meragukan kapasitas kemampuan Rani untuk menggeluti pekerjaannya. Namun seiring berjalannya waktu, Ia berhasil membuktikan kemampuannya dan bisa diterima di lingkungan kerjanya dengan baik.

“Awalnya, saya ragu. Tapi, saya yakin setelah belajar dan menggeluti pekerjaan ini, saya mampu. Ini bisa menjadi cerminan wanita-wanita di luar sana, ‘Ayo kita bisa berubah lebih percaya diri dan maju’,” ungkap Rani.

Rani sangat menikmati pekerjaannya, bekerja di tempat-tempat baru dan memperoleh ilmu baru menjadi alasannya. Tidak peduli hujan dan peluh saat mengerjakan tugasnya. Rani juga tidak pernah sungkan untuk bersosialisasi kepada warga di tempat tugasnya di Mangga Bolong, Jagakarsa bahwa kebersihan adalah tanggung jawab kita bersama. Tidak boleh membuang sampah ke sungai dan olah sampah di lingkungan kita sendiri.

“Untuk wanita-wanita tangguh di luar sana, selama masih punya kemampuan dan waktu untuk lebih maju, kenapa tidak? Kita harus lebih maju dan bisa meneruskan cita-cita R.A. Kartini. Apapun bisa kita lakukan tanpa harus mengingkari kodrat kita sebagai wanita,” ajak Rani.

Selamat Hari Kartini untuk perempuan-perempuan tangguh!

 

Share this post