Totalitas Pemerintah dan Tanggung Jawab Industri Mengelola Sampah Kemasan Multilayer

Totalitas Pemerintah dan Tanggung Jawab Industri Mengelola Sampah Kemasan Multilayer

Beberapa tahun belakangan, plastik menjadi isu seksi yang menjadi komoditas berbagai pihak, baik pemerintah selaku pemangku kebijakan, politikus, hingga kalangan milenial sebagai representasi dari masyarakat kekinian. Maka tak heran, berbagai kampanye bertajuk diet plastik digulirkan, dimulai dari ajakan membawa botol minum dalam rangka mengurangi botol plastik serta mengganti kantong plastik dengan kantong belanja.

Tak sekedar ajakan, isu ini juga menjadi daya tarik bagi pemerintah daerah untuk berlomba-lomba melarang plastik dengan mengeluarkan perda dalam rangka mengurangi sampah plastik. Himbauan dan surat edaran agar ASN dan sekolah-sekolah membawa botol minum sendiri dalam rangka mengurangi botol plastik. Sejumlah daerah pun mulai menerbitkan aturan pelarangan plastik seperti Bali, Bogor, dan baru- baru ini DKI Jakarta, melalui Peraturan Gubernur yang melarang penggunaan kantong plastik di pusat perbelanjaan, toko swalayan, dan pasar rakyat pada 31 Desember 2019.

Gerakan diet plastik memang mendapat dukungan dari banyak pihak. Namun, disi lain, pro kontra juga tak mungkin dihindari. Pelarangan plastik dinilai tidak tepat sasaran dalam mengatasi persoalan sampah di Indonesia. Dari sisi industri, tentu saja akan mempengaruhi iklim usaha. Sementara dari sisi konsumen dan masyarakat luas, kebijakan ini baru menyentuh persoalan dibagian permukaan. Masih banyak jenis kemasan plastik yang menjadi konsumsi harian masyarakat dengan jumlah yang melebihi konsumsi kantong kresen, dan belum ada solusi efektif dalam pengelolaannya. Salah satunya adalah kemasan sachet yang merupakan jenis plastik multilayer yang hingga saat ini belum ada industri daur ulangnya.

Diskusi Media Hari Peduli Sampah Nasional Wujudkan Indonesia Bebas Sampah 2020 (5/3), dihadiri oleh Yogi Ikhwan, Kepala Seksi Penyuluhan dan Humas Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta yang juga sebagai nara sumber dalam diskusi tersebut.


Share this post