Uji Emisi

Uji Emisi dan Perawatan Kendaraan Bermotor

Pencemaran udara di kota-kota besar termasuk di Jakarta yang paling potiansial dari sektor transportasi khususnya kendaraan bermotor. Hal tersebut tentunya akan mempengaruhi kualitas udara dan juga tingkat kesehatan masyarakat perkotaan. Uji Emisi dan Perawatan Kendaraan Bermotor dipandang menjadi salah satu bentuk pengendalian emisi kendaraan bermotor yang paling efektif.

Sebagai dasar hukum dalam pelaksanaannya, telah ditetapkan :

  1. UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu lintas dan Angkutan Jalan, dimana Pasal 210 ayat (1) menyebutkan : “Setiap Kendaraan Bermotor yang beroperasi di Jalan wajib memenuhi persyaratan ambang batas emisi gas buang dan tingkat kebisingan.”
  2. UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan Pengelolaan Lingkungan Hidup, dimana Pasal 68 huruf (c), menyebutkan : “Setiap orang yang melakukan usaha dan/atau kegiatan berkewajiban : (c) menaati ketentuan tentang baku mutu lingkungan hidup dan/atau kriteria baku kerusakan lingkungan hidup”
  3. PP No. 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara, Pasal 36 ayat (1) menyebutkan : “Setiap kendaraan bermotor lama wajib menjalani uji emisi berkala sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku”
  4. Permen LH No. 05 Tahun 2006 Ambang Batas Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Lama, Pasal 4 dan Pasal 5 menyebutkan :

Pasal 4 :

  • Setiap kendaran bermotor lama wajib memenuhi ambang batas emisi gas buang kendaraan bermotor lama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1)
  • Setiap kendaraan bermotor lama wajib melakukan uji emisi sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Pasal 5

Pengujian emisi kendaraan bermotor lama dilakukan di tempat pengujian milik pemerintah atau swasta yang telah mendapatkan sertifikasi berdasarkan peraturan perundang-undangan.

  1. Perda Prov. DKI Jakarta No. 2 Tahun 2005 tentang Pengendalian Pencemaran Udara, Pasal 19 menyebutkan :
  • Kendaraan bermotor wajib memenuhi ambang batas emisi gas buang kendaraan bermotor
  • Kendaraan bermotor sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib menjalani uji emisi sekurang-kurangnya setiap 6 (enam) bulan
  • Bagi kendaraan bermotor yang dinyatakan lulus uji emisi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diberi tanda lulus uji emisi
  • Uji emisi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dapat dilakukan oleh instansi yang bertanggung jawab di bidang lalu lintas dan angkutan jalan dan/atau pihak swasta yang memiliki bengkel umum yang telah memenuhi syarat.
  • Hasil uji emisi kendaraan bermotor sebagaimana dimaksud pada ayat (3) merupakan bagian dari persyaratan pembayaran pajak
  • perseorangan yang beroperasi di Daerah kendaraan bermotor
  1. Perda Prov. DKI Jakarta No. 5 Tahun 2014 tentang Transportasi, Pasal 55 menyebutkan “Setiap pemilik Kendaraan Bermotor wajib memenuhi ketentuan lulus uji emisi gas buang”.
  2. Pergub Prov. DKI Jakarta No. 92 Tahun 2007 tentang Uji Emisi dan Perawatan Kendaraan Bermotor, merupakan petunjuk pelaksanaan untuk penerapan Uji Emisi dan Perawatan Kendaraan Bermotor di Provinsi DKI Jakarta
  3. Pergub Prov. DKI Jakarta No. 31 Tahun 2008 tentang Ambang Batas Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor, merupakan ambang batas emisi kendaraan di Provinsi DKI Jakarta, untuk beberapa parameter dan kategori kendaraan lebih ketat dari Permen LH No. 5 Tahun 2006

Uji emisi emisi dan perawatan kendaraan bermotor juga bermanfaat untuk memastikan pembakaran mesin lebih sempurna sehingg irit BBM, life time mesin lebih lama, dan tentunya juga menghindari keracunan emisi di dalam mobil yang sudah beberapa kali terjadi diantaranya kasus keracunan sopir taksi, penjual batu aki tewas didalam mobil, diduga Keracunan Gas, Suami, Istri dan Anak Tewas dalam Mobil, dan banyak kasus lainya.

Berikut Daftar Bengkel Resmi Uji Emisi DKI Jakarta

Login ke Web Aplikasi Uji Emisi

Share this post