Mengelola sampah dari rumah bukan hanya menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, tetapi bisa juga mengurangi beban Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang yang sudah overload.
Melalui langkah sederhana ini #SobatLingkungan bisa mulai dari rumah atau kantor. Berikut beberapa tips yang bisa langsung diterapkan:
- Pisahkan Sampah Sejak Awal
Gunakan tempat sampah berbeda untuk setiap kategori jenis sampah di rumah seperti menjadi sampah mudah terurai, material daur ulang, residu, serta sampah B3 rumah tangga. Melalui pemisahan sejak awal ini akan memudahkan proses daur ulang.
- Bersihkan Sampah Daur Ulang
Tips yang kedua, pastikan sampah material daur ulang seperti botol plastik atau kaleng, sudah dicuci dan dikeringkan sebelum dibawa ke bank sampah terdekat. Untuk mendaftar sebagai nasabah bank sampah, lakukan registrasi melalui laman https://banksampah.jakarta.go.id/
Kelola Limbah Elektronik dengan Aman
Memiliki sampah elektoronik (e-Waste) di rumah seperti TV bekas, mesin cuci, kipas, baterai dan kabel jangan ditumpuk di rumah, karena mengandung Merkuri yang berbahaya bagi tubuh manusia.Agar sampah elektronik dikelola dengan baik, #SobatLingkungan bisa menggunakan fasilitas penjemputan sampah elektronik atau bawa ke dropbox terdekat. Untuk melakukan permohonan penjemputan e-waste, akses melalui laman berikut ini https://ewaste.dinaslhdki.id/
- Kurangi Sampah Mulai dari Sumbernya
Salah satu upaya yang bisa meringankan beban TPST Bantargebang adalah pemilahan dan pengurangan sampah yang dimulai dari sumbernya. Caranya cukup mudah, dengan membawa wadah makan, tumbler atau tas belanja sendiri saat berbelanja. Sehingga bisa mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Karena setiap langkah kecil yang kita lakukan akan berdampak besar bagi lingkungan.
Melalui kebiasaan sederhana ini, kita ikut menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat, sekaligus mendukung program daur ulang dan bank sampah di Kota Jakarta.