JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menghidupkan kembali Waste Station di Balai Kota sebagai langkah konkret memperkuat budaya pilah sampah dari sumber. Reaktivasi Waste Station ini merupakan hasil kolaborasi Biro Umum dan Administrasi Sekretariat Daerah (ASD) Provinsi DKI Jakarta bersama Rekosistem dalam mendorong pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab, modern, dan berkelanjutan di lingkungan pemerintahan.
Inisiatif ini menegaskan komitmen Pemprov DKI Jakarta untuk memulai perubahan dari dalam, dengan menjadikan Balai Kota sebagai contoh penerapan budaya pilah sampah dan pengurangan sampah sejak dari sumber.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa reaktivasi Waste Station bukan sekadar penyediaan fasilitas, melainkan bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif yang dimulai dari ruang kerja pemerintah.
“Penanganan sampah membutuhkan keseriusan dan konsistensi. Karena itu, langkah nyata harus dimulai dari lingkungan kerja kita sendiri,” ujarnya.
Menurutnya, pengelolaan sampah kini menjadi salah satu prioritas yang terus dikawal secara berkelanjutan. Pemprov DKI Jakarta bahkan mengagendakan rapat rutin setiap pekan untuk memastikan berbagai program penanganan sampah berjalan efektif dan memberikan hasil yang terukur.
“Dengan pemantauan berkala, kita bisa melihat progres secara nyata sekaligus memastikan upaya yang dilakukan tetap konsisten,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Dudi Gardesi, menyebut Waste Station Balai Kota berfungsi sebagai ruang edukasi sekaligus penggerak perubahan perilaku di lingkungan pemerintahan.
“Waste Station ini menjadi media pembelajaran yang mendorong aparatur dan masyarakat untuk membiasakan memilah sampah sejak dari sumber,” jelasnya.
Ia menekankan, keberhasilan pengelolaan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh pihak. Karena itu, sinergi antara perangkat daerah, mitra kolaborator, dan masyarakat menjadi kunci dalam membangun ekosistem pengelolaan sampah yang lebih baik.
“Perubahan besar dimulai dari langkah sederhana. Mari kita biasakan memilah sampah dari sumber, sebagai kontribusi nyata menuju Jakarta yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan,” tutupnya.