Pulau Untung Jawa terus berbenah dalam pengelolaan sampah, khususnya sampah organik. Di tengah tantangan keterlibatan masyarakat yang masih berproses, petugas 3R dari Suku Dinas Lingkungan Hidup hadir sebagai garda terdepan yang setiap hari memastikan sampah tetap terkelola dengan baik.
Setiap hari, petugas 3R melakukan sweeping ke rumah-rumah warga yang tersebar di 3 RW dan 9 RT dengan jumlah penduduk sekitar 2.612 jiwa. Dengan menyusuri satu per satu rumah, mereka mengumpulkan sampah sekaligus memantau kebiasaan pemilahan yang mulai diperkenalkan kepada masyarakat.
Meski sebagian warga sudah mulai memilah sampah organik dan anorganik dari rumah, keterlibatan tersebut belum merata. Masih banyak sampah yang tercampur, sehingga petugas 3R harus melakukan pemilahan ulang setelah sampah terkumpul. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri, namun tidak menyurutkan semangat petugas dalam menjalankan tugasnya.
Setelah dikumpulkan, sampah ditimbang dan dipilah kembali sesuai dengan potensi pemanfaatannya. Sampah organik kemudian diolah menjadi berbagai produk seperti pakan maggot, bahan komposter, pakan ternak, hingga pupuk organik. Proses ini dilakukan secara bertahap, termasuk pencacahan sampah untuk mendukung budidaya maggot.
Di wilayah RT 03 RW 03, rumah maggot telah dikembangkan sebagai lokasi percontohan. Dari tempat ini, maggot segar dan pupa dihasilkan dan dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, seperti pakan ternak dan umpan pancing. Selain itu, hasil samping berupa kasgot dimanfaatkan sebagai pupuk organik bagi warga yang mulai mencoba bercocok tanam di pekarangan rumah.
Upaya ini tidak hanya berfokus pada pengolahan sampah, tetapi juga menjadi sarana edukasi. Petugas 3R secara perlahan mendorong perubahan perilaku masyarakat, salah satunya dengan mengaitkan manfaat hasil olahan sampah dengan kebiasaan memilah dari rumah. Meski belum seluruh warga terlibat aktif, benih-benih kesadaran mulai tumbuh.
Perjalanan menuju pengelolaan sampah yang ideal memang tidak instan. Dibutuhkan waktu, konsistensi, dan pendekatan yang berkelanjutan. Apa yang dilakukan petugas 3R di Pulau Untung Jawa menjadi bukti bahwa perubahan tetap bisa dimulai, bahkan ketika tantangan masih ada.
Ke depan, diharapkan keterlibatan masyarakat semakin meningkat sehingga pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada petugas, tetapi menjadi tanggung jawab bersama. Dengan langkah yang terus dijaga, Pulau Untung Jawa berpotensi menjadi contoh pengelolaan sampah berkelanjutan di wilayah kepulauan.