JAKARTA — Menindaklanjuti arahan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi DKI Jakarta mengerahkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) untuk turun langsung ke lapangan dalam kerja bakti serentak bertajuk “Jaga Jakarta Bersih” yang digelar di seluruh wilayah DKI Jakarta.
Gerakan gotong royong ini menyasar langsung lingkungan permukiman warga, kampung-kampung, fasilitas umum, hingga kawasan rawan penumpukan sampah sebagai upaya nyata menjaga kebersihan kota sekaligus mencegah potensi banjir.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa kerja bakti “Jaga Jakarta Bersih” merupakan tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah.
“Kerja bakti bersama hari ini adalah gerakan kolektif untuk menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, bersih, dan sehat, sekaligus sebagai langkah pencegahan banjir,” ujar Pramono.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut diikuti oleh 171.134 peserta yang tersebar di seluruh wilayah DKI Jakarta, melibatkan unsur aparatur pemerintah, TNI-Polri, BUMD, hingga masyarakat umum.
Lebih lanjut, Pramono mengungkapkan bahwa inisiatif gerakan “Jaga Jakarta Bersih” digagas oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat di bawah kepemimpinan Muhammad Jusuf Kalla, dengan dukungan konkret berupa bantuan peralatan kerja bakti.
“Salah satu inisiator kegiatan ini adalah PMI. Di bawah Pak Jusuf Kalla, PMI secara nyata memberikan bantuan berupa cangkul, sekop, gerobak, hingga karung yang digunakan di 44 kecamatan dan 267 kelurahan. Kegiatan ini juga melibatkan partisipasi BUMD, perusahaan, dan masyarakat,” jelasnya.
Ketua Umum PMI, Muhammad Jusuf Kalla, menekankan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kebersihan kota sebagai langkah fundamental mencegah banjir.
“Banjir terjadi karena air yang masuk lebih banyak daripada yang keluar. Karena itu, jalur air harus dipastikan bersih. Gorong-gorong, saluran air, dan sungai perlu dibersihkan agar saat air datang bisa langsung mengalir tanpa hambatan,” ungkap Jusuf Kalla.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto, menegaskan bahwa keterlibatan penuh ASN dan PJLP DLH merupakan bentuk komitmen DLH dalam memberikan pelayanan lingkungan yang nyata dan langsung dirasakan masyarakat.
“Seluruh ASN dan PJLP DLH, termasuk Unit Penanganan Sampah Badan Air (UPS BA), kami turunkan untuk membersihkan sampah di badan air seperti sungai, saluran penghubung, hingga gorong-gorong. Ini penting untuk memastikan aliran air tetap lancar dan mengurangi risiko genangan maupun banjir,” ujar Asep.
Untuk mendukung kelancaran kegiatan, Pemprov DKI Jakarta juga mengerahkan 60 unit alat berat dan 144 unit dump truck yang ditempatkan di 66 lokasi prioritas guna mempercepat pengangkutan sampah hasil kerja bakti.
“Kami ingin menumbuhkan budaya gotong royong dalam menjaga kebersihan kota. Upaya ini tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan peran aktif masyarakat agar Jakarta semakin bersih, sehat, dan nyaman untuk semua,” tutup Asep.