JAKARTA — Upaya terstruktur dan masif dalam mengelola sampah elektronik (e-waste) kembali ditunjukkan oleh jajaran TNI. Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta mengapresiasi program “Jaga Jayakarta, Jaga Bumi” yang diinisiasi Kodam Jaya, sebagai langkah konkret mencegah pencemaran lingkungan sekaligus menjadi contoh bagi instansi lain di Jakarta.
Melalui program tersebut, Kodam Jaya mengumpulkan e-waste dari seluruh Satuan Komando Kewilayahan (Satkowil) dan Satuan Non Kowil di lingkungannya. Seluruh limbah elektronik kemudian diserahkan kepada DLH DKI Jakarta untuk dikelola sesuai standar limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Inisiatif ini digagas langsung oleh Pangdam Jaya Mayjen TNI Deddy Suryadi.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto, menyampaikan apresiasi atas komitmen dan keseriusan Kodam Jaya dalam pengelolaan e-waste.
“Ini langkah yang sangat baik. Ada satuan kerja yang secara terstruktur menginisiasi dan menggerakkan pengumpulan e-waste dalam skala besar. Kodam Jaya bisa menjadi pionir sekaligus role model bagi instansi lain di Jakarta,” ujarnya.
Asep menjelaskan, sampah elektronik mengandung berbagai zat berbahaya, salah satunya merkuri, yang berpotensi menimbulkan risiko serius bagi kesehatan dan lingkungan jika tidak dikelola dengan benar. Karena itu, pengumpulan dan pengelolaan e-waste secara terkontrol menjadi sangat penting.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada jajaran Kodam Jaya, khususnya Bapak Pangdam Jaya Mayjen TNI Deddy Suryadi, atas kolaborasi nyata dalam menjaga lingkungan Jakarta secara berkelanjutan,” tambahnya.
Ia berharap inisiatif tersebut terus berlanjut dan diperluas, tidak hanya pada pengelolaan e-waste, tetapi juga pada berbagai program lingkungan lainnya. Asep juga mengajak instansi pemerintah, swasta, dan lembaga lainnya untuk melakukan pengumpulan e-waste secara terstruktur di lingkungan masing-masing.
Sementara itu, Pangdam Jaya Mayjen TNI Deddy Suryadi menegaskan bahwa pengumpulan e-waste merupakan bagian dari komitmen Kodam Jaya dalam memperluas makna pengamanan wilayah.
“Menjaga wilayah tidak hanya soal batas geografis, tetapi juga memastikan tanah dan airnya tetap aman. Kami ingin sampah elektronik tidak menjadi beban bagi generasi mendatang,” tegasnya.
Ia menjelaskan, kegiatan ini dilaksanakan secara terorganisasi oleh seluruh satuan di lingkungan Kodam Jaya, dengan dukungan aktif Persit Kartika Chandra Kirana PD Jaya yang turut menggerakkan keluarga prajurit serta masyarakat untuk menyalurkan limbah elektronik melalui jalur pengelolaan resmi.
Secara keseluruhan, sebanyak 5.598,2 kilogram atau lebih dari 5,5 ton e-waste berhasil dikumpulkan dan diserahkan kepada DLH DKI Jakarta untuk diproses sesuai ketentuan pengelolaan limbah B3 yang berlaku.
“Menjaga lingkungan adalah tanggung jawab kolektif seluruh elemen bangsa,” pungkas Deddy.