Beranda

Menu

Pilih menu navigasi

Berita
Preview Preview Preview Preview Preview

Gubernur Pramono Ajak Warga Jadikan Pilah Sampah sebagai Gerakan Bersama Demi Jakarta yang Lebih Nyaman

Minggu, 07 Juni 2026 | 682 views

JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mengajak seluruh warga menjadikan pilah sampah sebagai gerakan bersama yang dimulai dari rumah dan dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui edukasi di berbagai ruang publik, termasuk kawasan Car Free Day (CFD), Pemprov DKI ingin membangun budaya baru yang lebih peduli lingkungan demi mewujudkan Jakarta yang bersih, sehat, dan nyaman untuk semua.

 

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan persoalan sampah tidak bisa diselesaikan pemerintah sendiri, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, edukasi dan sosialisasi pilah sampah terus diperkuat agar semakin banyak warga memahami bahwa langkah kecil yang dilakukan bersama dapat membawa perubahan besar bagi kota.

 

“Edukasi di CFD ini merupakan bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif warga. Kami ingin gerakan pilah sampah terus meluas dan menjadi kebiasaan yang mengakar dalam kehidupan masyarakat,” ujar Pramono.

 

Menurutnya, perubahan perilaku menjadi fondasi penting dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih baik di Jakarta. Ia berharap gerakan pilah sampah tidak hanya menjadi kampanye sesaat, tetapi tumbuh menjadi budaya bersama yang dijalankan lintas generasi.

 

Pramono juga menegaskan sektor Hotel, Restoran, dan Kafe (HORECA) memiliki peran strategis dalam pengurangan sampah. Ia mengapresiasi langkah Hotel JS Luwansa yang telah mengelola sampah secara mandiri dan konsisten sebagai contoh praktik baik yang dapat menginspirasi pelaku usaha lainnya.

 

Sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku usaha yang peduli lingkungan, Pemprov DKI Jakarta berencana menghadirkan kompetisi pengelolaan sampah bagi hotel, lengkap dengan insentif pajak bagi hotel yang menunjukkan kinerja terbaik dalam pengurangan dan pengelolaan sampah.

 

“Kalau ini dilakukan bersama-sama, persoalan sampah bisa kita tangani dengan lebih baik, polusi dapat ditekan, dan masyarakat bisa hidup lebih nyaman,” lanjutnya.

 

Duta Pilah Sampah, Cinta Laura, turut mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengambil bagian melalui perubahan sederhana dalam kehidupan sehari-hari, termasuk memilah sampah dari sumber.

 

“Sampah yang kita hasilkan perlu dipilah agar dapat dikelola dan didaur ulang dengan lebih optimal. Jika dilakukan secara konsisten, langkah kecil seperti memilah sampah akan membawa perubahan nyata bagi Kota Jakarta,” kata Cinta.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Dudi Gardesi Asikin, mengatakan keberhasilan Gerakan Pilah Sampah sangat bergantung pada keterlibatan aktif masyarakat. Karena itu, DLH DKI Jakarta akan terus memperkuat edukasi, pendampingan, dan kolaborasi bersama warga, komunitas, sekolah, serta pelaku usaha.

 

“Melalui kolaborasi seluruh elemen masyarakat, kami optimistis pengurangan sampah dapat berjalan lebih efektif sekaligus memperkuat budaya peduli lingkungan di Jakarta,” tutup Dudi.