Beranda

Menu

Pilih menu navigasi

Berita
Preview Preview Preview

JEFF 2026 Terapkan Less Waste Event, Ajak Warga Dukung Festival yang Minim Sampah

Kamis, 02 Juli 2026 | 133 views

JAKARTA – Jakarta Eco Future Festival (JEFF) 2026 tidak hanya hadir sebagai festival lingkungan terbesar tahun ini, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bersama tentang bagaimana sebuah acara publik dapat diselenggarakan secara lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.

 

Mengusung konsep Less Waste Event atau kegiatan minim sampah, JEFF 2026 dirancang untuk mendorong perubahan perilaku yang lebih berkelanjutan, mulai dari pengurangan sampah sejak dari sumber, pemilahan sampah, hingga penerapan sistem guna ulang selama festival berlangsung.

 

Penerapan konsep ini mengacu pada pedoman penyelenggaraan kegiatan minim sampah yang diterbitkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta. Pedoman tersebut menjadi dasar dalam memastikan setiap tahapan penyelenggaraan JEFF 2026 berjalan dengan prinsip ramah lingkungan dan dapat menjadi contoh bagi kegiatan publik lainnya.

 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Dudi Gardesi Asikin, menyampaikan bahwa penerapan Less Waste Event merupakan bagian dari komitmen Pemprov DKI Jakarta untuk menghadirkan acara publik yang tidak hanya meriah dan edukatif, tetapi juga memberi dampak positif bagi lingkungan.

 

“Upaya pengurangan sampah tidak hanya dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga dalam berbagai kegiatan yang melibatkan banyak orang, termasuk festival dan acara publik. Melalui JEFF 2026, kami ingin menunjukkan bahwa acara besar pun bisa diselenggarakan dengan lebih bijak, tertib, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan,” ujar Dudi.

 

Menurutnya, JEFF 2026 menjadi momentum untuk memperlihatkan bahwa pengelolaan sampah yang baik bukan hanya urusan pemerintah, tetapi membutuhkan partisipasi semua pihak. Pengunjung, tenant, komunitas, dunia usaha, hingga petugas di lapangan memiliki peran penting dalam menciptakan festival yang bersih, nyaman, dan minim sampah.

 

Sebagai bagian dari penerapan konsep tersebut, JEFF 2026 akan menyediakan 13 set tempat sampah pilah yang terdiri atas sampah organik, anorganik, dan residu di seluruh area festival. Pada setiap titik, petugas penyuluh dari Pramuka Saka Kalpataru akan mendampingi sekaligus mengedukasi pengunjung agar dapat memilah sampah dengan benar sejak dari sumber.

 

“Setiap sampah akan dikelola sesuai jenisnya. Sampah organik akan diolah menjadi kompos dan pakan maggot oleh Satpel LH Gambir, sampah anorganik dikumpulkan melalui Waste Station Balai Kota, sementara sampah residu akan diangkut ke TPST Bantargebang,” jelas Dudi.

 

Tidak hanya berhenti pada pengelolaan sampah setelah dikonsumsi, JEFF 2026 juga menerapkan Protokol Guna Ulang bekerjasama dengan Dietplastik Indonesia untuk menekan penggunaan kemasan sekali pakai. Melalui sistem ini, tenant makanan dan minuman akan menggunakan wadah guna ulang yang dapat dipakai berulang kali, sehingga timbulan sampah selama acara dapat ditekan secara signifikan.

 

Untuk mendukung sistem tersebut, panitia menyediakan titik pengembalian wadah atau drop point di area festival. Wadah yang telah digunakan pengunjung akan dikumpulkan, dibersihkan oleh tim teknis di fasilitas pencucian khusus, kemudian dikembalikan kepada tenant untuk digunakan kembali.

 

Dudi berharap JEFF 2026 dapat menjadi contoh praktik baik bagi penyelenggaraan berbagai kegiatan lain di Jakarta. Menurutnya, semakin banyak acara yang menerapkan prinsip minim sampah dan guna ulang, semakin kuat pula budaya baru yang tumbuh di tengah masyarakat.

 

“Budaya pilah sampah dan guna ulang perlu kita bangun bersama. Langkahnya sederhana, tetapi dampaknya besar jika dilakukan secara konsisten. Kami mengajak seluruh pengunjung JEFF 2026 untuk ikut mendukung gerakan ini, dengan membuang sampah sesuai jenisnya, mengembalikan wadah guna ulang ke titik yang tersedia, dan menjadi bagian dari perubahan menuju Jakarta yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan,” tutup Dudi.