Beranda

Menu

Pilih menu navigasi

Berita

Saka Kalpataru Kepulauan Seribu Ambil Bagian dalam Kemah Refleksi Perubahan Iklim Nasional

Senin, 08 Juni 2026 | 85 views

Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pimpinan Saka Kalpataru Tingkat Nasional menyelenggarakan Kemah Refleksi Saka Kalpataru 2026 dengan tema “Saatnya Aksi untuk Perubahan Iklim”. Kegiatan berlangsung selama dua hari, Jumat hingga Sabtu (05–06 Juni 2026), di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur.

 

Kegiatan ini diikuti sekitar 10.000 peserta yang berasal dari masyarakat umum dan anggota Saka Kalpataru se-Provinsi DKI Jakarta. Saka Kalpataru Kepulauan Seribu turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk komitmen generasi muda dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan dan pengendalian perubahan iklim.

 

Pada kesempatan tersebut, Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Jumhur Hidayat mengajak seluruh masyarakat untuk mulai melakukan pengelolaan sampah dari sumbernya. 

 

Menurutnya, kondisi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di berbagai daerah saat ini telah mengalami kelebihan kapasitas akibat pola pengelolaan sampah yang masih mengandalkan sistem kumpul-angkut-buang.

 

“Kondisi TPA yang telah kelebihan beban hampir di seluruh kabupaten/kota di Indonesia berasal dari kebiasaan kumpul-angkut-buang, sampah tidak terpilah, pengelolaan lahan urug terbuka, gas metana tidak ditangkap dan tidak dimanfaatkan. Kondisi ini menyebabkan darurat sampah, TPA overload, dan TPA menjadi sumber emisi terbesar dari sektor persampahan di Indonesia,” ujarnya.

 

Lebih lanjut, Jumhur menegaskan bahwa penanganan sampah tidak boleh hanya berfokus pada pendekatan hilir. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengubah paradigma tata kelola sampah secara menyeluruh melalui gerakan pemilahan sampah dari rumah tangga.

 

“Oleh karena itu, pada hari ini saya mengajak seluruh elemen masyarakat di seluruh Indonesia untuk melakukan Gerakan Pemilahan Sampah dari Rumah Tangga untuk Indonesia ASRI,” tambahnya.

 

Berbagai aktivitas edukatif dan partisipatif dilaksanakan selama kegiatan berlangsung, antara lain pembangunan tenda perkemahan, sosialisasi dan edukasi perubahan iklim, refleksi malam lingkungan, aksi korvei dan penimbangan sampah, penanaman pohon, serta berbagai kegiatan lainnya yang bertujuan meningkatkan kesadaran dan kepedulian peserta terhadap lingkungan.

 

Partisipasi aktif anggota Saka Kalpataru Kepulauan Seribu memberikan pengalaman berharga sekaligus memperluas wawasan mengenai pentingnya aksi nyata dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.

 

Salah satu anggota Saka Kalpataru Kepulauan Seribu, Hijri, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut, karena bisa mendapatkan pengalaman dan pengetahuan baru tentang bagaimana caranya menjaga iklim.

 

“Kegiatan ini sangat berdampak positif, khususnya bagi kalangan muda untuk ikut menjaga lingkungan. Saya berharap kegiatan seperti ini bisa dilaksanakan secara nasional sehingga peserta dari berbagai provinsi dapat bertukar ide dan pengalaman untuk menjaga Indonesia agar semakin asri,” tuturnya.

 

Hal senada disampaikan oleh Abi, anggota Saka Kalpataru Kepulauan Seribu lainnya. Menurutnya, materi yang diberikan sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari.

 

“Kesan saya sangat seru bisa mengikuti Camp Saka Kalpataru karena materinya sangat bermanfaat tentang bagaimana menjaga bumi agar tetap bersih dari sampah. Saya berharap setelah kegiatan ini teman-teman bisa mempraktikkan langsung di rumah masing-masing, seperti tidak membuang sampah sembarangan, mengurangi sampah, memilah sampah, dan yang terpenting tidak membuang sampah ke laut maupun sungai karena dampaknya sangat dirasakan oleh masyarakat Kepulauan Seribu,” katanya.

 

Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang perubahan iklim, tetapi juga mampu menerapkan kebiasaan ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari, terutama melakukan pemilahan sampah dari rumah tangga. 

 

Langkah sederhana tersebut diyakini dapat mengurangi volume sampah yang berakhir di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang sekaligus membantu menekan emisi gas rumah kaca dari sektor persampahan.

 

Kemah Refleksi Saka Kalpataru 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat peran generasi muda sebagai agen perubahan dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan demi masa depan Indonesia yang lebih hijau dan tangguh terhadap perubahan iklim.