JAKARTA – Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Jakarta Utara mempercepat penanganan tumpukan sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Rusun Waduk Pluit, Penjaringan. Armada, alat berat, dan personel dikerahkan secara intensif untuk memulihkan kebersihan lingkungan serta memastikan pelayanan pengangkutan sampah bagi warga kembali berjalan optimal.
Dalam penanganan awal, Sudin LH Jakarta Utara mengoperasikan tiga unit dump truck, satu unit alat berat, dan menerjunkan 10 personel. Petugas bekerja secara bertahap untuk mengurai tumpukan dan mengangkut sampah dari lokasi.
Kepala Seksi Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 Sudin LH Jakarta Utara, Ardiyanto, mengatakan penanganan ditargetkan selesai dalam waktu 7-10 hari dengan estimasi sekitar 30 rit pengangkutan.
“Kami bekerja secara intensif dengan mengoptimalkan seluruh armada, alat berat, dan personel di lapangan. Targetnya, tumpukan sampah dapat ditangani dalam waktu 10 hari sehingga kondisi TPS kembali normal dan pelayanan kebersihan kepada warga berjalan dengan baik,” ujar Ardiyanto.
Untuk meningkatkan kapasitas pengangkutan dan mempercepat penyelesaian, Sudin LH Jakarta Utara juga akan menambah armada mulai Rabu (15/7). Jumlah armada dan personel akan terus disesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan.
Namun, Ardiyanto menegaskan penanganan tumpukan sampah tidak dapat hanya mengandalkan pengangkutan oleh Sudin LH Jakut. Pengelola rusun juga harus bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan para penghuni dengan menyusun target pengurangan sampah yang jelas, terukur, dan dapat dievaluasi secara berkala.
Pengelola rusun juga diminta mengoptimalkan sarana kontainer sebagai tempat penampungan sampah. Penataan kontainer, pengaturan jadwal pembuangan, serta pengawasan di area TPS perlu diperkuat agar sampah tidak kembali berserakan dan menimbulkan gangguan kebersihan maupun kenyamanan warga.
“Setelah tumpukan ini ditangani, harus ada pembenahan sistem pengelolaan sampah di lingkungan rusun. Pengelola perlu memiliki target pengurangan sampah penghuni, memastikan kontainer sampah berfungsi optimal, dan menjaga agar sampah tidak dibuang sembarangan di luar tempat yang telah disediakan,” tegas Ardiyanto.
Selain itu, warga Rusun Waduk Pluit juga diajak untuk mengurangi timbulan dan memilah sampah sejak dari rumah. Sampah yang masih memiliki nilai guna dapat dipisahkan dari residu sehingga volume sampah yang masuk ke TPS dan harus diangkut ke tempat pemrosesan akhir dapat berkurang.
“Penanganan oleh DLH harus didukung tanggung jawab pengelola dan partisipasi masyarakat. Dengan mengurangi, memilah, dan menempatkan sampah secara tertib, kebersihan lingkungan rusun dapat dijaga secara berkelanjutan,” tutup Ardiyanto.