Beranda

Menu

Pilih menu navigasi

Berita
Preview Preview Preview

Di Usia 46 Tahun, Ristika Menemukan Harapan lewat Padat Karya Jakarta

Jumat, 06 November 2026 | 27 views

JAKARTA – Anak pertama Ristika Damayanti (46) sedang menempuh semester akhir di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Anak keduanya masih duduk di kelas XI SMK. Sebagai ibu tunggal sekaligus penopang ekonomi keluarga, Ristika ingin terus mengusahakan agar kebutuhan sehari-hari terpenuhi dan pendidikan kedua anaknya berjalan.

 

Di rumahnya di Plumpang, Jakarta Utara, Ristika menjalankan usaha laundry. Kini, kesempatan menambah penghasilan terbuka setelah ia dinyatakan lolos sebagai peserta Program Padat Karya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta.

 

Ia akan bertugas sebagai petugas pemilah sampah di Suku Dinas Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu. Kesempatan itu disambutnya dengan rasa syukur, terlebih karena, menurut pengalamannya, mencari pekerjaan pada usia di atas 40 tahun tidak mudah.

 

“Alhamdulillah, saya bersyukur ada program Padat Karya ini. Apalagi untuk usia 40 tahun ke atas, cari kerjaan susah. Harapannya, program ini bisa diperpanjang gitu, jangan cuma dua bulan, karena masih banyak masyarakat yang membutuhkan pekerjaan,” ujarnya.

 

Ristika sudah memiliki rencana untuk penghasilan yang kelak diterimanya. Kebutuhan pendidikan anak-anak menjadi prioritas. Jika ada sisa yang bisa ditabung, ia ingin menggunakannya untuk mengembangkan usaha laundry di rumah.

 

Pekerjaan yang akan dijalaninya juga mempertemukan Ristika dengan kepedulian yang telah tumbuh sejak ia mengikuti kegiatan Dasawisma pada 2022. Dari sana, ia mulai belajar memilah sampah dan menerapkannya dalam keseharian.

 

Botol plastik dipisahkannya untuk dikumpulkan melalui bank sampah di lingkungan RW. Ia juga mulai memilah sampah dapur. Saat berada di luar rumah, botol minuman bekas dibawanya pulang agar tidak dibuang sembarangan.

 

Perhatiannya terhadap sampah semakin besar setelah membaca pemberitaan mengenai TPST Bantargebang. Dari persoalan yang terasa jauh dari rumah, Ristika menemukan hal sederhana yang bisa ia kerjakan sendiri.

 

“Awalnya saya membaca berita tentang TPST Bantargebang yang sudah mulai penuh. Dari situ saya berpikir, sampah ini semakin banyak, jadi kita juga harus mulai bergerak dari rumah. Kalau keluar saya mulai membiasakan bawa tumbler, jadi ga beli botol minum kemasan,” tuturnya.

 

Kebiasaan-kebiasaan tersebut menjadi bekal awal untuk pekerjaan barunya. Melalui Padat Karya, Ristika berharap bisa ikut mengelola sampah Jakarta sambil memperoleh penghasilan untuk keluarga.

 

Program yang dijalankan DLH ini menjadi bagian dari upaya Pemprov DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur Pramono Anung untuk membuka kesempatan kerja dengan upah harian bagi warga. Kegiatan pengelolaan sampah menjadi salah satu ruang bagi masyarakat untuk bekerja dan berkontribusi bagi kotanya.

 

Dengan dukungan keluarga, Ristika menyambut kesempatan tersebut. Ia berharap semakin banyak perempuan, khususnya yang berusia di atas 40 tahun, memperoleh ruang untuk tetap produktif dan mendapatkan pekerjaan.

 

Bagi Ristika, harapan itu memiliki tujuan yang dekat dan nyata: kebutuhan rumah tangga yang harus dipenuhi, anak sulung yang sedang menuntaskan kuliah, serta anak kedua yang masih bersekolah. Kesempatan bekerja memberinya tambahan jalan untuk terus mengusahakan semuanya.