Beranda

Menu

Pilih menu navigasi

Berita
Preview Preview Preview Preview Preview

DLH DKI Perkuat Pemilahan Sampah dari Rumah melalui KSBB Lingkungan

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18 views

JAKARTA — Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperkuat pengelolaan sampah di permukiman dengan menghubungkan kebutuhan warga dan dukungan dunia usaha. Melalui Program Kolaborasi Sosial Berskala Besar (KSBB) Lingkungan, penyediaan sarana dipadukan dengan pelatihan agar warga lebih mudah memilah sampah dari rumah dan mengolahnya di lingkungan tempat tinggal.

 

Kolaborasi ini menjadi salah satu upaya mengurangi sampah yang harus dikirim ke TPST Bantargebang. Sampah yang masih memiliki nilai guna didorong untuk dipisahkan dan dimanfaatkan kembali melalui pengelolaan di tingkat masyarakat.

 

Salah satu pelaksanaan KSBB Lingkungan klaster Persampahan berada di RW 06 Kelurahan Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Di wilayah ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta menjembatani kebutuhan pengelolaan sampah warga dengan dukungan kolaborator, mulai dari peralatan pengangkutan dan pengomposan hingga edukasi pemilahan.

 

Wakil Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Purwanti Suryandari, mengatakan pemilahan sejak dari rumah merupakan langkah penting agar sampah dapat ditangani sesuai jenisnya. Dukungan sarana dan edukasi melalui KSBB Lingkungan perlu berjalan bersama kebiasaan warga memilah secara konsisten.

 

“Setiap orang bertanggung jawab atas sampah yang dihasilkan, dengan memilah sampah sejak dari rumah. Sampah yang masih dapat diolah perlu dipisahkan agar bisa dimanfaatkan kembali, sehingga tidak semuanya berakhir di TPST Bantargebang,” ujar Purwanti.

 

Langkah tersebut sejalan dengan Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber. Kebijakan ini mendorong perubahan pola penanganan sampah dari kumpul, angkut, dan buang menjadi pilah, angkut, dan olah.

 

Purwanti menjelaskan, KSBB Lingkungan membuka ruang bagi berbagai pihak untuk mengambil bagian dalam perubahan tersebut. Dukungan dapat diberikan melalui penyediaan sarana maupun pendampingan dan edukasi yang membantu warga menerapkan pemilahan dalam kehidupan sehari-hari.

 

Di RW 06 Srengseng Sawah, PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) berpartisipasi sebagai kolaborator dengan menyerahkan dua gerobak motor listrik, tujuh tong komposter berkapasitas 200 liter, serta satu mesin pengayak kompos berkapasitas 100–150 kilogram per jam.

 

Dukungan itu dilengkapi 145 ember berkapasitas 8 liter, 10 ember berkapasitas 20 liter, 11 tong berkapasitas 60 liter, serta lima tempat sampah berkapasitas 120 liter. Pelatihan pemilahan sampah juga diberikan kepada anak-anak dan remaja di wilayah tersebut untuk menumbuhkan kebiasaan memilah sejak dini.

 

Direktur Utama BRI Finance, Ignatius Susatyo Wijoyo, mengatakan persoalan sampah membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Partisipasi perusahaan melalui KSBB Lingkungan ditujukan untuk membantu pekerjaan petugas sekaligus mendukung pengelolaan sampah oleh warga.

 

“Kami berharap sarana dan prasarana yang diberikan dapat mempermudah sekaligus mempercepat pekerjaan petugas kebersihan di lapangan, serta mendorong warga membiasakan diri memilah sampah sejak dari rumah,” ujar Ignatius.

 

Lurah Srengseng Sawah, Sunardi, menilai KSBB Lingkungan membantu mempertemukan kebutuhan wilayah dengan dukungan yang dapat digunakan langsung oleh masyarakat. Kehadiran sarana di RW 06 menjadi dorongan bagi warga untuk memperkuat pemilahan dan pengolahan sampah di lingkungannya.

 

“Dengan pemilahan yang dilakukan secara konsisten, sampah yang masih memiliki nilai guna dapat diolah dan dimanfaatkan kembali oleh warga, sehingga pengelolaan sampah di tingkat RW menjadi lebih optimal,” kata Sunardi.