Beranda

Menu

Pilih menu navigasi

Berita
Preview Preview Preview Preview

Padat Karya Jakarta, Jalan Yeti dan Syafiq Membantu Keluarga

Jumat, 06 November 2026 | 40 views

JAKARTA – Anak sulung Yeti Puspita (43) menjalani kuliah sambil bekerja sebagai pengemudi ojek online untuk membantu membiayai pendidikannya. Kini ia menempuh semester lima, sementara adiknya masih duduk di kelas sembilan. Kebutuhan sehari-hari dan biaya pendidikan menjadi alasan Yeti ingin ikut menambah penghasilan keluarga.

 

Kesempatan itu datang melalui Program Padat Karya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta. Ibu rumah tangga asal Pesing, Jakarta Barat, tersebut kini bekerja sebagai petugas pemilah sampah di Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat.

 

Bagi Yeti, pekerjaan ini membuka ruang untuk membantu suaminya yang bekerja sebagai sopir pribadi. Di tengah kebutuhan keluarga yang terus berjalan, ia mendapat kesempatan memperoleh penghasilan melalui pekerjaan yang sekaligus membantu menjaga lingkungan Jakarta.

 

Bekerja dalam pengelolaan sampah merupakan pengalaman baru baginya. Perkenalannya dengan kebiasaan memilah sampah sendiri sudah dimulai dari rumah, melalui sang kakak yang merupakan kader Dasawisma. Kini, pengetahuan yang mulai ia kenal dalam keseharian itu menjadi bekal untuk menjalani pekerjaannya.

 

Dari Jakarta Timur, Syafiq Albar (19) membawa keinginan serupa: bekerja, menambah pengalaman, dan ikut membantu orang tua.

 

Warga Duren Sawit itu bergabung dalam Program Padat Karya sebagai helper di RDF Plant Rorotan. Sebelumnya, lulusan SMK tersebut pernah bekerja sebagai helper di gudang makanan. Ia juga membantu orang tua di rumah dan sesekali mencari penghasilan sebagai mitra layanan pesan antar makanan.

 

Kesempatan bekerja di RDF Plant Rorotan memberinya pengalaman pertama di bidang pengelolaan sampah. Di usia 19 tahun, pengalaman tersebut menjadi bekal untuk mengenal dunia kerja lebih jauh dan mengembangkan kemampuan.

 

“Senang dan lega bisa diterima. Penghasilannya ternyata lebih besar dari yang saya bayangkan. Sebagian penghasilan nanti juga akan saya berikan kepada orang tua untuk membantu kebutuhan keluarga,” kata Syafiq.

 

Rasa lega itu berkaitan dengan pengalamannya mencari pekerjaan. Menurut Syafiq, memperoleh kesempatan bekerja cukup berarti di tengah sulitnya mendapatkan pekerjaan saat ini. Ia berharap dapat mengikuti program lebih lama agar bisa terus bekerja sekaligus menambah pengalaman.

 

Melalui Program Padat Karya, Pemprov DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur Pramono Anung berupaya membuka kesempatan kerja dan membantu perekonomian warga. Di lingkungan DLH, peserta memperoleh pekerjaan dengan upah harian sekaligus terlibat dalam kegiatan pengelolaan sampah kota.

 

Kepala DLH DKI Jakarta, Dudi Gardesi, mengatakan bahwa program ini mempertemukan kebutuhan masyarakat akan kesempatan kerja dengan kebutuhan pengelolaan lingkungan. Selain memperoleh penghasilan, peserta diharapkan membawa pulang pengetahuan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

 

“Kami berharap pengalaman yang diperoleh peserta selama mengikuti program ini dapat menumbuhkan kepedulian dan kebiasaan baik dalam mengelola sampah,” ujarnya.

 

Yeti juga berharap program ini dapat diperpanjang dan semakin banyak warga memperoleh kesempatan serupa. Baginya, pekerjaan tersebut memberi peluang untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus mempelajari hal baru.

 

Yeti dan Syafiq berada pada tahap kehidupan yang berbeda, tetapi kesempatan bekerja mempertemukan keduanya pada harapan yang dekat: ada pendidikan anak yang ingin ikut ditopang, ada kebutuhan orang tua yang ingin dibantu. Melalui pekerjaan sehari-hari, mereka mendapat ruang untuk ikut mengusahakannya.