Beranda

Menu

Pilih menu navigasi

Berita

Perkuat Gerakan Pilah Sampah, Sudin LH Kepulauan Seribu Bekali 70 Peserta Budidaya Maggot dan Produk Pengolahan Sampah

Jumat, 18 September 2026 | 5 views

Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu berkolaborasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menggelar kegiatan peningkatan kapasitas masyarakat melalui praktik budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) dan pengolahan sampah menjadi berbagai produk.

 

Kegiatan yang berlangsung pada 14–16 September 2026 tersebut dilaksanakan di Ruang Training Center PPSDM LH, Kawasan Sains dan Teknologi B.J. Habibie BRIN (Puspiptek), Gedung 210, Serpong, Tangerang.

 

Kegiatan ini merupakan bagian dari Bimbingan Teknis (Bimtek) untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mendukung Gerakan Pilah Sampah (GPS) melalui pengembangan wirausaha kreatif berbasis lingkungan di Kepulauan Seribu.

 

Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Achmad Hariadi, mengatakan pelaksanaan Bimbingan Teknis tersebut menjadi upaya untuk memperkuat implementasi kebijakan pemilahan sampah yang telah berjalan di Kepulauan Seribu.

 

“Kepulauan Seribu sudah mengimplementasikan Ingub 77 Tahun 2026, biar lebih mantap lagi dalam mengimplementasinya dibuatlah bimtek ini. Agar Kepulauan Seribu 100 persen rumah memilah di akhir bulan September ini,” ujar Hariadi.

 

Menurutnya, peningkatan kapasitas melalui pelatihan tidak hanya ditujukan untuk memberikan pemahaman mengenai pemilahan sampah, tetapi juga mendorong peserta agar mampu mengembangkan pengelolaan sampah menjadi kegiatan produktif.

 

Hariadi juga menyampaikan apresiasi kepada panitia, tim Peran Serta Masyarakat (PSM) Suku Dinas Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu, dan para narasumber yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan selama tiga hari.

 

“Terima kasih kepada Kepala Seksi Peran Serta Masyarakat dan Penaatan Hukum, Riza Lestari Ningsih, sebagai koordinator dari Sudin Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu dan Koordinator Pokja Bidang Kewirausahaan Kreatif Lingkungan Hidup Pusat Pengembangan Generasi Lingkungan Hidup, Dadang Kusbiantoro. Lalu saya juga berterima kasih kepada narasumber yang mau membagikan ilmunya,” katanya.

 

Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan Generasi Lingkungan Hidup, Lulu Agustina, S.Pd., M.Si., menyampaikan apresiasi atas kehadiran jajaran Sudin LH Kepulauan Seribu dan para narasumber dalam kegiatan tersebut.

 

“Terima kasih Pak Kasudin sudah hadir dan beserta jajarannya, lalu ada juga narasumber yang hadir, terima kasih. Semoga dengan adanya bimtek tiga hari ini akan menghasilkan manfaat yang banyak buat lingkungan dan masyarakat kita” ujar Lulu.

 

Sebanyak 70 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Mereka terdiri dari Kepala Sudin LH Kepulauan Seribu beserta tim, perwakilan kelurahan dari wilayah Kepulauan Seribu Selatan dan Kepulauan Seribu Utara, para ketua RW Kepulauan Seribu Selatan dan Kepulauan Seribu Utara, para pengawas pulau, para petugas 3R pulau, serta ketua bank sampah Pulau Pramuka.

 

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan dan praktik mengenai budidaya maggot BSF serta pengolahan sampah menjadi produk. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi peserta untuk mengembangkan pengelolaan sampah di wilayah masing-masing.

 

Maggot BSF menjadi salah satu metode pemanfaatan sampah organik yang dapat dikembangkan masyarakat. Selain membantu mengurangi sampah organik, hasil budidayanya juga berpotensi dimanfaatkan dan dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai guna.

 

Sementara itu, pengolahan sampah menjadi produk diharapkan dapat mendorong masyarakat melihat sampah tidak hanya sebagai sesuatu yang harus dibuang, tetapi juga sebagai material yang dapat dimanfaatkan kembali melalui prinsip pengelolaan lingkungan dan ekonomi kreatif.

 

Setelah kegiatan selesai, peserta diharapkan dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh setelah kembali ke Kepulauan Seribu. Peserta juga diharapkan mampu membagikan pengetahuan tersebut kepada masyarakat serta mengembangkan kegiatan nyata dalam pengelolaan sampah dan wirausaha kreatif berbasis lingkungan.

 

Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan Gerakan Pilah Sampah di Kepulauan Seribu sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.

 

Dengan adanya peningkatan kapasitas masyarakat, pengelolaan sampah di Kepulauan Seribu diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi berlanjut melalui penerapan di tingkat masyarakat, pemanfaatan sampah, serta pengembangan potensi ekonomi berbasis lingkungan.