PHRI Jakarta Komitmen Food Waste Tidak Berakhir di TPA

JAKARTA — Industri hotel, restoran, dan kafe (Horeka) di Jakarta didorong untuk lebih proaktif dalam pengelolaan sampah sisa makanan (food waste) sehingga tidak berakhir di TPA. Ini sebagai upaya mendukung keberlanjutan lingkungan hidup yang dibahas dalam Rapat Kerja Badan Pimpinan Daerah (BPD) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DKI Jakarta yang digelar di Hotel RA Suites, Jakarta Selatan, pada Rabu (22/1). Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq, menekankan bahwa pengelolaan sampah mudah terurai, khususnya food waste, memerlukan perhatian serius dari sektor Horeka. “Food waste memberikan kontribusi besar terhadap beban sampah. Pembatasan jumlah makanan yang disajikan sangat penting agar tidak ada penyia-nyiaan makanan yang berlebihan,” katanya. Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto, menegaskan pentingnya pemilahan sampah mudah terurai, material daur ulang, dan residu dalam sektor Horeka. Asep menyoroti pentingnya pengelolaan food waste ini, yaitu makanan yang masih layak konsumsi, namun tidak dikosumsi karena alasan estetika atau kelebihan stok, serta makanan yang tidak habis termakan. "Food Waste ini bisa disalurkan ke yayasan sosial atau panti asuhan. Ini adalah langkah kecil yang memberikan dampak besar. Di sisi lain, food waste yang tidak bisa dimanfaatkan akan diolah menjadi kompos atau melalui proses biokonversi menggunakan maggot Black Soldier Fly (BSF)," ucapnya. Saat ini DLH Jakarta mengoperasikan Jakarta Recycle Centre (JRC) di Pesanggrahan, Jakarta Selatan, yang menjadi salah satu fasilitas pengolahan sampah mudah terurai yang dapat dimaksimalkan. Di tempat ini, sampah mudah terurai diolah menjadi kompos dan produk lain melalui teknologi biokonversi. Selain itu, Asep menegaskan bahwa evaluasi rutin terhadap praktik pemilahan sampah di sektor Horeka diperlukan untuk memastikan efektivitas pelaksanaannya. Ia pun berharap upaya ini mampu mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dan meningkatkan tingkat daur ulang di DKI Jakarta. "Target kami, setidaknya 10-15% timbulan sampah Jakarta yang disumbangkan sektor Horeka ini dapat diminimalkan dan tidak berakhir di TPA," tegasnya. Sementara itu, Ketua Umum BPD PHRI DKI Jakarta, Sutrisno Iwantono, menegaskan komitmen sektor Horeka untuk mendukung upaya pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan. “Isu lingkungan hidup telah menjadi perhatian global. Kami berkomitmen untuk mematuhi prinsip-prinsip pengelolaan yang ramah lingkungan tanpa mengabaikan keberlanjutan operasional hotel dan restoran,” ujarnya. Rapat kerja ini diikuti oleh 370 anggota PHRI DKI Jakarta yang menyatakan kesiapannya bersinergi dengan pemerintah untuk mengatasi tantangan lingkungan. Sutrisno berharap bahwa langkah konkret dalam pengelolaan sampah mudah terurai dapat meningkatkan daya saing sektor Horeka di Jakarta sebagai destinasi pariwisata global.